Studi Wisata SMAN 3 Kuningan Membelajarkan Siswa pada Nilai Sejarah Indonesia

Ega bersama Pembina OSIS mengikuti Studi Wisata

Ega bersama Pembina OSIS mengikuti Studi Wisata


Siswa kelas XI SMAN 3 Kuningan melaksanakan studi wisata ke Yogyakarta dan Semarang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diprakarsai oleh para siswa kelas XI dengan bimbingan pembina OSIS. Tujuan kegiatan studi wisata untuk mebelajarkan siswa menggali nilai sejarah Indonesia yang kaya dengan budaya luhur bangsa Indonesia. Tempat yang menjadi tujuan kunjungan studi wisata adalah Candi Borobudur, Taman Sari Keraton Yogyakarta, Kota Tua Semarang, Mesjid Agung Semarang, dan Lawang Sewu Semarang. Selain itu ada beberapa tempat hiburan yang dikunjungi diantaranya Taman Pintar, Taman Pelangi, dan jalan-jalan di Malioboro.

Para Siswa berpose di puncak Candi Boro Budur

Para Siswa berpose di puncak Candi Boro Budur

Para siswa sangat antusias mengamati cerita sejarah candi Boro Budur yang penuh dengan misteri, mulai pembangunan candi sampai saat ini yang sudah dipugar dan banyak benda candi yang hilang. Kemudian ke Taman Sari Keraton Yogyakarta, di sini para siswa berdecak kagum pada keindahan kolam renang taman sari dan masjid di bawah tanah. Begitu tinggi nilai budaya dan nilai sejarah bangsa Indonesia pada saat itu.

Di Semarang para siswa menikmati bangunan tua peninggalan Belanda yang disebut kompleks kota tua. Tempat ini dipenuhi bangunan tua yang tinggi, dengan bentuk/arsitek eropa. Setelah puas di Kota Tua, para siswa menikmati indahnya masjid Agung Semarang yang megah dan luas. Meskipun udara cukup panas, mereka malah tidak merasa gerah karena dapat beristirahat di bawah pohon yang rindang tepat di muka masjid Agung. Di sini kita dapat melihat Al-Quran terbesar di Indonesia yang ditulis langsung oleh orang Indonesia

Berpose di halaman Lawang Sewu Semarang

Berpose di halaman Lawang Sewu Semarang

Akhir perjalanan para siswa menikmati gedung tua yang tinggi dengan banyak pintu, yaitu gedung Lawang Sewu. Di sini mereka merasa kagum pada bangunan yang banyak pintunya. Bangunan ini peninggalan Belanda bekas kantor pusat kereta api. Para siswa asyik melihat dan menyimak sejarah bengunan dan perkembangan perkeretaapian di Indonesia, meskipun bangunan ini bukan museum kereta api, namun banyak informasi perkembangan perkertaapian di Indonesia.

 

05 03

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

09

 

 

 

 

 

 

08

 

 

Website Pin Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Premium Responsive

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.